HOT SITE CLICK HERE Pergi tak kan kembali lagi | Islam For All
Breaking News
Loading...
Wednesday, January 29, 2014

Pergi tak kan kembali lagi




Mati itu adalah satu kemestian bagi setiap hambaNya. Tanpa membicarakan soal kematian, maka hambaNya akan terus lalai dan hanya mengingatkan kepada keduniaan sahaja. Panjang cita-cita hambaNya dalam mencari sesuatu yang tidak kekal yang boleh dibawa bersama kesana. Apa yang ada aku berpuas hati untuk menampung hidup ini setakat yang mencukupi sahaja. Yang lain-lain aku berserah kepadaNya. 

Orang yang banyak hartanya banyak disoal di akhirat nanti tentang dari mana ia mendapatkannya. Biarlah orang disekeliling aku mencari duit berjuta-juta tapi aku hanya bersyukur dengan apa yang dimiliki setakat ini. Kepada anak-anak carilah sendiri harta untuk kamu. Yang aku beri kepada kamu hanyalah ilmu dan pelajaran untuk kamu meneruskan hidup yang singkat ini. Apabila menatap gambar ini. Selera keduniaanku menjadi kurang. 

Ajal tidak menunggu walaupun sedetik,
Ajal datang tanpa diundang,
Ajal tidak memberi isyarat walaupun harinya telah tiba,
Ajal akan terjadi tidak kira masa,
Ajal itu satu kepastian bagi setiap manusia,
Ajal satu pemberian daripada ALLAH,
Ajal tidak dapat dielak setiap manusia,
Ingatlah AJAL MAUT itu ditangan ALLAH. 

Cuba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.

Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati. Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:

Katakanlah: 
“Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)
Kebanyakan orang menghindari untuk berfikir tentang kematian. Dalam kehidupan moden ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang (dengan kematian) mereka berfikir tentang di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita fikirkan. Kehidupan diertikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. 

Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahawa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahawa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. 

Tiap-tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahawa kematian itu sedang menunggunya!

Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini, anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa, semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.

Dimulai saat anda menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “selonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. 

Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.

Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.

Sementara itu, keluarga anda akan mengalami kehidupan yang berbeza yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebahagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah seperti baju, kasut, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Barang-barang anda di pejabat akan dibuang atau dibersihkan. 

Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima bulan kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.

Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteria-bakteria dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut. Hal tersebut terjadi kerana ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. 

Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung kerana tekanan gas yang terjadi di sekitar diafram. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bahagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. 

Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi rangka.

Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosial atau memiliki pekerjaan yang terhormat, semuanya tidak akan mungkin terjadi lagi.

Singkatnya, “longgokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali, mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda atau lebih tepatnya, jiwa anda akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda,tubuh anda akan menjadi bahagian dari tanah.

Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?

Seandainya Allah SWT ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting

Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia, seharusnya menyedarkan dirinya bahawa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyedari bahawa ia memiliki suatu di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus faham akan kematian tubuhnya yang ia cuba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.

Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini nampak jelas sekali ketika membicarakan kematian. 

Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya akan kematian. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Kesimpulan yang menyatakan bahawa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau kerana kecelakaan merupakan orang lain dan apa yang mereka yang mati alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berfikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berfikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.

Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk ke pejabatnya juga berfikiran serupa. Tidak pernah terfikirkan oleh mereka bahawa esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahawa saat ini belum waktunya mati kerana masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya.

Katakanlah: 
“Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)
Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahawa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kubur. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.

Wasallam. Jazakallah khairan.

0 comments:

Post a Comment







Think Positive, Think Islam For All | Something that seems to break the laws of science that makes you think only Allah could have done it | AllahuAkbar | الله أكبر


Copyright © 2014 Islam For All All Right Reserved